Advertisement
Sebuah video yang beredar luas di platform YouTube menarasikan terjadinya letusan besar pada Gunung Semeru dan Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks oleh pihak berwenang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa video yang diklaim memperlihatkan erupsi terbaru Gunung Semeru merupakan potongan rekaman lama yang kembali disebarluaskan dengan narasi menyesatkan. Video tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui instansi pemantau gunung api. Pihaknya memastikan bahwa tayangan yang beredar bukan merupakan dokumentasi kejadian terkini, melainkan rekaman lama yang diedit dan dipublikasikan ulang seolah-olah terjadi saat ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun kanal video tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Informasi resmi terkait aktivitas gunung api dapat diperoleh melalui lembaga pemerintah yang berwenang serta kanal komunikasi resmi pemerintah daerah.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan bencana alam, karena penyebaran informasi palsu dapat menimbulkan keresahan, kepanikan, serta mengganggu upaya mitigasi dan komunikasi kebencanaan.
Warga diharapkan selalu mengacu pada informasi resmi dari instansi terkait untuk mendapatkan perkembangan terkini mengenai aktivitas Gunung Semeru maupun Gunung Anak Krakatau.
